ASPERINDO.ID – Jakarta, 5 Mei 2026. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional, tidak hanya sebagai organisasi industri, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah konkret untuk memperkuat peran aktif di dunia pendidikan, salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Politeknik APP Jakarta. Kerja sama ini mencakup penyelenggaraan dan pengembangan program pendidikan setara Diploma 1 (D1) yang berorientasi pada kebutuhan industri logistik.
Ketua Umum ASPERINDO, Budiyanto Darmastono, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju dan berdaya saing.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Pendidikan adalah pondasi utama kemajuan sebuah bangsa. Mari kita bangun fondasi yang kokoh untuk Indonesia Emas,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kerja sama dengan Politeknik APP Jakarta telah berlangsung selama 11 tahun dan kini memasuki angkatan ke-11. Saat ini, program D1 APP tengah dihentikan sementara (break) seiring kebijakan efisiensi dari Kementerian Perindustrian. Adapun program yang berjalan adalah D3 kelas karyawan (malam hari), serta kerja sama terbaru melalui penandatanganan MoU dengan Universitas Terbuka (UT).
Budiyanto yang juga Direktur Utama SAPX Express menambahkan, ASPERINDO tidak hanya berfokus pada kepentingan anggotanya di sektor industri, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Sebagai organisasi, kami tidak hanya memperjuangkan kepentingan perusahaan anggota, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pendidikan nasional sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi negeri ini,” kata Budiyanto.
Selain kerja sama dengan perguruan tinggi, ASPERINDO juga terlibat aktif dalam peningkatan kompetensi siswa vokasi. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) di SMKN 1 Surabaya, yang diikuti lebih dari 8.500 siswa.
Dalam kegiatan tersebut, UKK diselenggarakan langsung oleh ASPERINDO, sementara USK dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP P1) sebagai lembaga resmi. Program ini bertujuan untuk mengukur kesiapan siswa, menyelaraskan kompetensi dengan kebutuhan industri, serta mencetak lulusan yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi.
Budiyanto menekankan bahwa keterlibatan dunia industri dalam pendidikan vokasi menjadi kunci penting dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di masa depan.
“Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri harus terus diperkuat agar lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, ASPERINDO berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, relevan, serta mampu menghasilkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global.
Dilansir dari https://www.edisi.co.id/berita/9717087942/hardiknas-2026-asperindo-perkuat-peran-bangun-sdm-indonesia-gandeng-kampus-hingga-sekolah-vokasi







Leave a Reply