ASPERINDO.ID – Jakarta, 2 Maret 2026. Dewan Pimpinan Pusat ASPERINDO melaksanakan audiensi dan diskusi bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Pusat terkait rencana modernisasi alat dan proses pemindaian (X-ray) terhadap barang ekspor dan impor melalui pelabuhan udara.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 2 Maret 2026 pukul 10.00 WIB ini dilaksanakan di Gedung Papua, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta.
Audiensi ini merupakan bagian dari komitmen ASPERINDO untuk memberikan masukan konstruktif terhadap kebijakan yang berdampak langsung pada proses bisnis industri jasa pengiriman dan logistik nasional, khususnya dalam aspek pemeriksaan dan kelancaran arus barang lintas negara.

Dalam pertemuan tersebut, ASPERINDO diwakili oleh:
- Tekad Sukatno – Sekretaris Jenderal ASPERINDO
- Andita Nur Arifah – Ketua Bidang Regulasi, Hukum dan Pemerintahan
- Niken L. Wardhani – Wakil Ketua Bidang Regulasi, Hukum dan Pemerintahan
- Bagus Hartawan – Wakil Ketua Bidang Regulasi, Hukum dan Pemerintahan
- Riyan Pradana – Wakil Ketua Bidang Regulasi, Hukum dan Pemerintahan
- Erik Syam Pratama – Humas ASPERINDO
Dalam kesempatan tersebut, ASPERINDO memaparkan secara komprehensif business process operasional anggota, khususnya yang berkaitan dengan alur pemeriksaan X-ray di pelabuhan udara.
Pemaparan ini bertujuan untuk memberikan gambaran teknis dan operasional di lapangan agar rencana modernisasi alat dan sistem pemindaian dapat berjalan efektif, efisien, serta tidak menghambat kelancaran arus barang ekspor maupun impor.
Masukan yang disampaikan ASPERINDO diterima oleh DJBC untuk dilakukan review lebih lanjut di internal institusi. Hal ini menunjukkan adanya ruang dialog yang konstruktif antara regulator dan pelaku industri dalam upaya meningkatkan tata kelola pemeriksaan kepabeanan yang lebih modern, transparan, dan berbasis risiko.
ASPERINDO menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung reformasi dan modernisasi sistem kepabeanan, guna menciptakan ekosistem logistik nasional yang lebih kompetitif, aman, dan berdaya saing global.







Leave a Reply