ASPERINDO.ID – Jakarta, 2 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASPERINDO menghadiri Wisuda ke-49 Institut STIAMI yang diselenggarakan di Gedung Balai Samudera, Jakarta Utara. Pada momentum tersebut, ASPERINDO dan Institut STIAMI secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Rektor Institut STIAMI, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si., bersama Sekretaris Jenderal DPP ASPERINDO, Tekad Sukatno, S.I.Kom., M.Si.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya antara kedua institusi, dengan tujuan membangun kolaborasi yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya di sektor logistik dan jasa pengiriman.
Melalui kerja sama tersebut, ASPERINDO dan Institut STIAMI berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program yang mendukung peningkatan kompetensi lulusan, memperkuat keterkaitan (link and match) antara dunia pendidikan dan dunia industri, serta mempersiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan transformasi sektor logistik di era digital.
Kolaborasi ini juga menjadi wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, melalui pengembangan SDM yang unggul, adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing global.
Mendampingi Sekretaris Jenderal ASPERINDO dalam kegiatan tersebut turut hadir:
- Drs. Budi Paryanto – Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan;
- Dr. Fikri Alhaq Fachryana, S.TP., M.M., M.H.;
- Ranu Pamungkas;
- Dennies.
ASPERINDO memandang kemitraan dengan perguruan tinggi sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan industri logistik nasional. Melalui sinergi antara akademisi dan pelaku industri, diharapkan lahir lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara ASPERINDO dan Institut STIAMI, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan industri yang saling mendukung demi kemajuan sektor logistik Indonesia.








Leave a Reply