ASPERINDO.ID – Jakarta, 4 Agustus 2026. Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) menghadiri rapat pembahasan mengenai biaya handling barang dan kargo angkutan udara yang diselenggarakan oleh Satgas P3M-PPE (Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi) pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Ulamsari, Gedung Notohamiprojo, Kementerian Keuangan Republik Indonesia tersebut dipimpin oleh Staf Ahli Penerimaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Delegasi ASPERINDO dipimpin langsung oleh Ketua Umum ASPERINDO, Budiyanto Darmastono, didampingi jajaran pengurus DPP ASPERINDO.
Rapat ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di sektor kebandarudaraan, penerbangan, dan logistik, antara lain PT Integrasi Aviasi Solusi, PT Angkasa Pura Indonesia, Indonesia National Air Carriers Association (INACA), InJourney Bandara Soekarno-Hatta, Garuda Indonesia Cargo, Aero Cargo Logistics, Lion Cargo, dan Lion Parcel.
Kehadiran seluruh pihak tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk membangun ekosistem logistik udara yang semakin efisien, transparan, dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, ASPERINDO menyampaikan berbagai masukan dari pelaku usaha jasa pengiriman terkait struktur biaya handling barang dan kargo angkutan udara yang selama ini menjadi salah satu komponen penting dalam pembentukan biaya logistik nasional.

ASPERINDO menilai bahwa evaluasi terhadap mekanisme dan struktur biaya perlu terus dilakukan secara kolaboratif dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, serta kepastian hukum bagi seluruh pelaku usaha.
Ketua Umum ASPERINDO, Budiyanto Darmastono, menyampaikan bahwa efisiensi biaya logistik merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.
“ASPERINDO mengapresiasi inisiatif Satgas P3M-PPE yang telah memfasilitasi dialog bersama seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap pembahasan ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu menyeimbangkan kepentingan penerimaan negara, keberlangsungan usaha, dan peningkatan daya saing logistik nasional. Efisiensi biaya handling kargo udara pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi dunia usaha, UMKM, maupun masyarakat sebagai pengguna jasa,” ujar Budiyanto.
Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan saling bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang perbaikan tata kelola biaya handling barang dan kargo angkutan udara. Seluruh peserta sepakat bahwa sinergi antara pemerintah, operator kebandarudaraan, maskapai penerbangan, perusahaan kargo, asosiasi, dan pelaku usaha logistik merupakan kunci dalam mewujudkan sistem logistik udara yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif.
ASPERINDO menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan masukan berbasis kondisi riil di lapangan serta mendukung terwujudnya ekosistem logistik nasional yang mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan daya saing industri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.








Leave a Reply