ASPERINDO.ID – Jakarta, 22 Juli 2026. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (ASPERINDO) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda Pemerintah untuk meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pembahasan mengenai Jasa Pemeriksaan Keamanan Penerbangan yang diselenggarakan bersama para pemangku kepentingan di Gedung R.M. Notohamiprojo, Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu (22/7).
Forum strategis ini dipimpin langsung oleh Direktur Strategi Produktivitas dan Pertumbuhan Ekonomi, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan, Bapak Andriansyah, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membangun tata kelola biaya logistik udara yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berkeadilan.

Pertemuan dihadiri oleh Ketua Umum ASPERINDO, Sekretaris Jenderal ASPERINDO, seluruh Ketua Bidang ASPERINDO, serta perwakilan dari Kementerian Perhubungan, IAS, INACA, GAPURA, JAS, KPPU, Ombudsman Republik Indonesia, dan Citilink. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud nyata pendekatan kolaboratif dalam merumuskan solusi yang mampu menjawab tantangan tata kelola jasa pemeriksaan keamanan kargo udara.
Dalam diskusi yang berlangsung secara konstruktif, para peserta membahas berbagai aspek penting, mulai dari mekanisme penyelenggaraan jasa pemeriksaan keamanan penerbangan, struktur pembiayaan, pembagian kewenangan antar pihak, hingga dampaknya terhadap struktur biaya logistik nasional. Seluruh masukan diarahkan untuk membangun sistem yang memberikan kepastian hukum, meningkatkan efisiensi operasional, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Ketua Umum ASPERINDO Budiyanto Darmastono, menegaskan bahwa penataan biaya pemeriksaan keamanan penerbangan merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung target pemerintah menurunkan biaya logistik nasional.

“ASPERINDO mendukung penuh upaya pemerintah untuk menciptakan tata kelola jasa pemeriksaan keamanan penerbangan yang transparan, efisien, dan akuntabel. Struktur biaya yang jelas akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha, menghilangkan potensi biaya berlapis, serta meningkatkan daya saing logistik nasional,” ujar Budiyanto.
Melalui forum ini, para peserta berharap dapat menghasilkan beberapa kesepakatan strategis, antara lain:
- Kejelasan mekanisme penyelenggaraan serta pembebanan biaya jasa pemeriksaan keamanan penerbangan;
- Terwujudnya single cost structure yang transparan sehingga tidak terjadi pengenaan biaya secara berlapis (multi-layer charging);
- Tata kelola yang akuntabel, terukur, dan mudah diawasi dengan pembagian peran serta kewenangan yang jelas di antara seluruh pemangku kepentingan.
ASPERINDO menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan yang telah memfasilitasi forum strategis ini sebagai wadah dialog antara pemerintah, regulator, operator, dan pelaku usaha. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem logistik udara yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.
Ke depan, ASPERINDO menegaskan kesiapannya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mampu menciptakan struktur biaya kargo udara yang lebih efisien, transparan, berkeadilan, dan memiliki kepastian tata kelola. Langkah tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap penurunan biaya logistik nasional, peningkatan daya saing industri nasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai agenda prioritas pemerintah.
-
Previous Post
DPP ASPERINDO Gelar Rapat Pleno Terakhir Tahun 2025